Senin, 03 Oktober 2016

KAYA INSTAN BOLEH KAH DALAM ISLAM

Assalamualaikaum warahmatullahibaraktuh...
       Alhamdulilah puji syukur kepada Allah Subhanahuwataa'la, pemberi rezeki tanpa pandang bulu, pemberi harta yang kita terima dan pemberi keni'matan yang tiada tara..Shalawat dan salam tak lupa kita limpahkan kekhadirat baginda alam, Rasul penerang zaman, dan pemimpin penuntun keselamatan dunia dan akhirat....

       Barakallah apa kabar sahabat musli8m semua? semoaga kita aada dalam lindungan Allah Swt, Amiin, ya rab...
      Baru -baru ini pemberitaan media kita sedang tertuju pada ,"PADEPOKAN DIMAS KANJENG" ,  Aawal mula saya sangat penasaran sebenarnya apa itu padepokan dimas kanjeng,  singkat cerita , padepokan dimas kanjeng adalah padepokan tempat berkumpul sekumpulan orang yang inigin cepat kaya denga cara sangat instan , Masya Allah ,,, Allahu akbar,
   
     Coba bayangkan siapa yang tidak mau, cepet kaya, tidak usah kerja  , berbau agama lagi, itu kan namanya senang di dunia dan juga senang di akhirat
dan akhirnya banyaklah yg datang ke padepokan tersebut,  sebagai informasi padepokan tersebut didirikan oleh 3 orang , yaitu , TAAT PRIBADI , ABDUL GANI  dan ISMAIL HIDAYAN.
saya tidak akan membahas, kejadian ayng terjadi yaitu peristiwa pembunuhan yang menimpa pendiri 2 pendiri padepoka tersebut yaitu Abdul gani dan Ismail hayan, tapi kami mencoba memberika pandangan ISlam tentang padepokan tersebut dan apa kegiatanya , sebagaai gambara silahkan simak cerita


Pernah terjadi perbedaan pendapat antara kedua Imam Besar Madzhab, Imam Malik dan Imam Syafi'i tentang rezeki. Imam malik berpendapat bahwa adanya rezeki itu tidak membutuhkan sebab, bahkan hanya dengan tawakkal yang benar kepada Allah manusia diberi rezeki. Beliau memandang dan bersandar pada Hadits :
لو توكلتم على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا
"Jika kalian bertawakkal pada Allah dengan tawakkal yang benar, pasti Dia akan memberimu rezeki seperti Dia memberi rezeki burung yang terbang mencari pangan dalam keadaan perut kosong dan kembali dengan kenyang"
Sedangkan Imam Syafi'i, memandang dari sisi lain, bahwa "jika burung itu tidak pergi dan kembali, ya tidak akan mendapat rezeki", yakni memang harus ada usaha.
Mereka tetap berpendapat masing-masing, Imam Malik memandang sisi awal hadits, dan murid beliau, Imam Syafi'i memandang dari sisi akhirnya.
Pada suatu hari, sang murid (Imam Syafi'i) ingin mencari kebenaran akan pendapat gurunya, Imam Malik. Akhirnya beliau bingung dan berpikir di luar, tiba-tiba Imam Syafi'i bertemu dengan seorang yang tua renta berjalan membawa bungkusan berisi kurma yang banyak dan berat, sehingga Imam Syafi'i berkehendak untuk menolongnya.
"Biar saya saja yang bawa, Pak. Saya antarkan ke rumah Anda" kata beliau.
Setelah sampai di rumahnya, pak tua tersebut memberi Imam Syafi'i sebagian dari kurma itu sebagai rasa terima kasih telah membantu.
Seketika, hati Imam Syafi'i bergejolak dan berkata "Nah, sekarang benar kan pendapatku, kalau aku tidak menolongnya membawakan bungkusan itu aku tidak akan mendapat kurma ini!".
Lalu beliau cepat-cepat menuju sang guru dan beliau juga membawa kurmanya sebagai bukti sekaligus 'hadiah' untuk sowan kepada Imam Malik. Setelah menceritakan apa yang terjadi, Imam Malik tersenyum dan mengambil satu buah kurma yang dibawanya lalu diletakkan di mulut beliau, sambil berkata :
"Nah, kau membawakanku Rezekiku kesini tanpa susah payah aku berusaha :)"
-----
Intinya, kedua Imam Besar ini beristinbath dari satu hadits dua hukum yang berbeda, dan yang jelas ini merupakan Rahmat dari Allah. Sebab jika harus tawakkal, orang biasa sulit bisa, dan jika harus berusaha, banyak kok yang terjadi tanpa usaha.
-----
~Sebaliknya, Kisah Ibrahim bin Adham Ra.~
Diceritakan bahwa : suatu hari Ibrahim bin Adham dalam suatu perjalanan untuk perdagangan, dan beliau adalah pembisnis yang sukses.
Di tengah jalan, beliau menemukan seekor burung yang patah sayapnya, tidak bisa terbang dan terpuruk di tempatnya. Seketika beliau menyuruh berhenti rombongannya.
"Demi Allah, aku mau melihat akankah ada burung yang mendatanginya membawa makanan atau akankah dia mati". Ucap beliau.
Setelah menunggu lama, tiba-tiba datang seekor burung lalu dia menempelkan paruhnya ke paruh burung yang sakit itu, iya, dia memberinya makanan.
Sontak saja, Ibrahim bin Adham langsung berikrar bahwa ia akan meninggalkan bisnisnya dan duduk tenang di rumah dengan terus beribadah kepada Allah, sebab ia telah menyaksikan Sifat DermawanNya dan Pemberian RezekiNya yang tanpa diduga-duga.
Kemudian kabar tersebut sampai dan didengarlah oleh Imam as-Syibli (seorang sufi yang zuhud juga pada masanya). Lalu beliau mendatanginya dan berkata :
"Loh, kenapa kamu kok meninggalkan daganganmu dan duduk di rumahmu seperti ini?"
Ibrahim bin Adham pun menceritakan kisah yang dialaminya tentang perihal burung saat itu. Lalu as-Syibli menjawab dengan ucapannya yang mengena dan terkenang :
"Hei Ibrahim! Kenapa kau malah memilih menjadi burung yang lemah itu bukan memilih menjadi burung yang membawakannya makan???"
----
Mungkin yang dimaksud oleh Imam as-Syibli adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh :
المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف... الحديث
"Seorang mukmin yang kuat (mampu) lebih baik dan lebih Allah suka daripada seorang mukmin yang lemah..." Al Hadits.
---
Sebagai penengah, Syeikh Mutawalli as-Sya'rowi pernah berkata : " al-Jawarihu ta'mal, wal Qulub tatawakkal "
Yakni, Tubuh harus tetap berusaha tanpa menyerah, tapi hati, selalu tawakkal pasrah!
 
    Membaca kisah tersebut sudah barang tentu, dan insyaa Allah pembaca sudah bisa menyimak dan menghukumi secara tegas bagaimana padepokan tersebut,
   Dalam sebuah laporan yang di terbitkan oleh kepolisian setempat, menyatakan bahwa pengasuh padepokan tersebut yaitu, TAAt PRIBADI bisa mengggandakn uang emas, dan perhiasan lainya, Masya Allah, ..... Lalu penjelasan logis seperi apa yang bisa dijelaskan dalm kasus ini, sebagai umat muslim, kita percaya bahwea Allah saw, tidak hasnya menciptakan manusia saja di muka bumi ini masih banyak lainya, sebagaimana dikutip dalam surat     “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS.Adz Dzariat : 56-58)

Ayat tersebut digunakan dalil sebagai penjelas tugas penciptaan manusia sekaligus penegasan tentang Allah menciptakan jin selain manusia yang mempunyai tugas dan fungsi yang saama,

    Lalu apa hubungan Padepokan DIMAS KANJENG dengan aya tersebut, tidak lain adalh penulis ingin memberikan pencerahan kenapa d TAAt pribadi bisa melakukan ( menggandakan uang ) .
1 .  logika pertama adalh , trik mata  ( Sulap ) 
      kenapa logika ini bisa menjadi daftar kemungkina yang pertama, karena dalam sebuah acara di stasiun tv , seorang pesulap bernama Demian memperlihatkan trtik penggandaaan bar
ang dalam hal ini uang, dan ternyata bukan penggandaaan uang yang terjadai namun hanya berupa pengulangan jumlah uang  yang dikembalikan ketempat asal dengan gerakan yag cukup cepat
2.   Logika bekerjasama dengan jin ( Pesugihan)
      Bagi kita umat muslim percaya bahwa segala sesuatu  itu datangnya dari Allah, dan Allah pulalah yang memberiakan segala sesuatu, karena TIDAK ADA ADA UPAYA MELAINKAN KARENA ALLAH SWT .  logika ini mengemuka karena TAAT PRIBADI memperlihatkan daLAM SEBUAH VIDEO dia bisa mengeluarkan uang dari dalam jubah dan dompet yang mengeluarakan perhiasan tanpa habis habis, lalu benarkah ia bekerja sam dengan jin? bisa ya dan juga tidak , wallahu a'lam .karena sesuai ayat di atas tersebut jelas Allah menciptakan jin, mahluk gaib atau makhluk halus lainya. lalu bagaimana hkumnya ? sudah barang tentu haram dan musryilk hukumnya meminta selain kepda Allah.   ...
3. logika uang kertas palsu
      Logika ketiga adalh logika uang palsu, hal ini diperkuat oleh pernyataan kepolisiasn setempat yang menyatakan , bahwa sebagian uang tersebut adalah uang palsu, jadi jangan terkejut dahulu melihat tumpukan uang di sebuah bunker tersebut karena sebagian adalah uang palsu,

intisari dari tulisan di atas adalh , kita jangan percaya kepada terhadap sesuatu yang instan yang diluar nalar manusia, dan keluar dari ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah swt,

semoga Allah selalu senantiasa memberkati kita semua Amiiin...........
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar