Senin, 13 Desember 2010

ASAL MUASAL MAULID NABI SAW

Asal kata MAULID
bahasa Arab: مولد، مولد النبي‎, mawlidun-nabī) yg artinya peringatan hari lahirnya Nabi "MUHAMMAD SAW ".perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.


KENAPA KITA HARUS MEMPERINGATI MAULID NABI SAW.
Ada sebuah cerita yg diriwayatka oleh seorang perawi ( yg meriwayatkan )  hadits ( semua ucapan yg diucapkan ole baginda "RASULULLAH SAW" , ketika itu Sayyidina ABBAS yg merupakan Paman dari RASSULULLAH SAW bermimpi , dan didalam mimpinya beliau memimipikan Abu Jahal ( paman Nabi yg  memusuhi nabi ) dia dimasukan ke dalam neraka abadi kekal selamanya, tapi dia mendapat pengampunan setiap hari senin, yaitu hari dimana tepat RASULULLAH dilahirkan, maka ditanya abu jahal oleh sayyidina Abbas , apa hal yg mnimpa engkau ini, lalu abu jahal menjawab aku dimasukan Allah kedalam neraka ini abadi karena aku tidak mengimani kepada agama yg dibawa oleh keponakanku yaitu muhammad, tapi aku diberi keringanan oleh Allah setiap hari senin aku diberi air dari jari tengah ku dan  siksa terhadapku dihentikan selama setiap hari senin, lalu sayyidina Abbas bertamya kembali memengnya apa yg telah engkau lakukan lakukan shingga mendapat keringanan tersebut. lalu abu jahal menjawab ketika aku masih hidup di dunia aku merasa sangat senang dengan kelahiran keponakanku itu ( Nabi Muhammad saw ) sehingga saking senangnya aku memerdekakan hamba sahaya ( budak belian ), padahal abu jahal ini tidak beriman sama sekali dengan apa yang dibawa ole h Rasulullah Saw , karena dia ( abu jahal ) merasa agama nenek moyangnyalah yg paling benar ,  Nah............. timbul suatu pertanyaan , jika yang tidak beriman saja hanya merasa senang saja ,bahkan dia ( Abu jahal ) paling sengit memusuhi Rasulullah dapat keringanan dan keberkahan di dala kuburnya , lalu mengapa kita selaku umat yang meyakini dan beriman kepada Allah dan rasulnya tidak melakukan hal yg sam atau bahkan lebih dari yang dilakukan oleh abu jahal tadi, maka dari itu ulama sallaf sepakat untuk mengadakan maulid Nabi besar MUHAMMAD SAW , mimpi memang tidak bisa dijadikan sandaran yg kuat untuk dijadikan acuan yg baku , namun perlu diketahui bahwa orang yg bermimpi kemudian meriwayatkan adalah orang-orang  soleh dan WARRA ( menjaga dari yg subhat dan yg haram). Wallahu A'lam ( hanya Allah yg tahu )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar